Selasa, 21 Februari 2023

Tanjakan Cidangdang Ciamis, Penampakan Misterius dan Keranda Mayat





Edji Darsono in Berita CiamisBerita Terbaru7 jam ago

Cerita Horor Tanjakan Cidangdan




Tanjakan Cidangdang di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terkenal angker dan memiliki cerita horor. Konon warga setempat kerap melihat penampakan orang misterius membawa keranda mayat.


Heri, warga Dusun Sindangasih, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, membenarkan Tanjakan Cidangdang memang terkenal angker. Ia sendiri pun mengaku pernah melihat penampakan orang misterius sedang membawa keranda mayat. Padahal sepengetahuannya, saat itu tidak ada warga yang meninggal dunia.


“Tidak ada yang meninggal dunia, tapi ada orang yang bawa keranda mayat. Terus terang saja saya merinding, saya tidak kenal dengan orang yang sedang bawa keranda,” ungkapnya, Minggu (19/2/2023).


Sementara itu, Nono Karno, perangkat Desa Ciakar mengatakan hal yang sama. Cerita horor Tanjakan Cidangdang itu sudah lama terdengar oleh masyarakat. Terutama cerita orang bawa keranda mayat pada malam hari. Bahkan Nono sendiri pun mengaku pernah mengalami hal yang tak masuk akal.





Ketika itu, Nono melaksanakan ronda malam bersama warga yang lain. Pada pukul 22.00 WIB, tiba-tiba muncul pengendara motor berjubah seperti seorang haji belok masuk ke sebuah garasi mobil.


Nono menyebutkan, jarak pos ronda dengan garasi mobil sebetulnya hanya sekitar 15 meter saja. Awalnya Nono menduga pengendara motor tersebut adalah pencuri.


“Saya bersama warga pun langsung melihat ke garasi itu, tapi orang pengendara motor berjubah itu tidak ada. Setelah itu, karena semuanya takut jadi semua langsung pulang ke rumah masing-masing,” ungkapnya.


Nono menjelaskan berbagai cerita horor Tanjakan Cidangdang terjadi lantaran sekitar lokasi tempat pemakaman umum.



“Terlepas percaya atau tidak memang kembali kepada masing-masing pribadi. Tapi cerita penampakan itu memang sudah banyak yang mengalaminya dan jadi pembicaraan,” pungkasnya.

ketindihan,cara mengatasi terjadinya ketindihan menurut primbon jawa

 




Menurut primbon Jawa, ketindihan saat tidur adalah kondisi seseorang yang sedang setengah tidur dan setengah sadar, namun badan sulit untuk bergerak karena seperti diikat, bahkan pada momen tersebut seseorang pun sulit menemukan solusi yang tepat untuk kembali tersadar.


Ketika sulit menemukan solusi yang tepat, ketindihan saat tidur pun dapat membuat seseorang menjadi cemas, takut, panik, dan fenomena bayangan pun seolah-olah terlihat jelas dengan mata telanjang.


Menurut kacamata mistis, fenomena bayangan atau ketindihan saat tidur tersebut sebenarnya adalah gangguan-gangguan daripada makhluk halus, terutama dari bangsa jin.




Biasanya bangsa jin yang paling sering menganggu seseorang saat tidur adalah berwujud genderuwo dengan perawakan tinggi, besar, dan hitam.


Perlu diketahui, orang Jawa pada zaman dahulu sebelum tidur biasanya melakukan ritual-ritual yang bertujuan untuk menjaga kondisi tubuh dan terhindar dari hal-hal buruk yang bisa berakibat fatal.


Nah, untuk dapat mengetahui lebih lengkap tentang solusi ketindihan saat tidur, simak baik-baik dalam artikel Primbon Jawa ini.




Dikutip Kabar Banten melalui kanal YouTube Esa Production, berikut 4 solusi mengatasi ketindihan saat tidur menurut Primbon Jawa.


Pelan-pelan, cobalah untuk mengatur nafas agar perasaan menjadi lebih rileks dan jika sudah, bacalah doa terutama ayat Kursi bagi umat Muslim sebanyak-banyaknya.




Sementara bagi seseorang yang memeluk agama lain, sebaiknya juga melakukan hal yang sama yaitu atur nafas agar perasaan lebih rileks dan berdoalah sebanyak mungkin menurut kepercayaan masing-masing.


Apabila keadaan sudah tampak membaik serta rileks, langkah awal yang harus dilakukan yaitu gerakkanlah secara perlahan tangan atau jari-jari tangan agar seluruh anggota tubuh kembali seperti semula.


3. Membalikkan Posisi Bantal


Berdasarkan kamus kitab Primbon Jawa kuno, biasanya ketika seseorang sudah mengalami peristiwa ketindihan, akan menjadi takut untuk tidur atau hanya sekedar memejamkan mata sebentar di tempat tidur.


Namun disarankan agar tidak terlalu panik, sebab ada solusi selanjutnya yang harus dipraktekkan, yaitu membalikkan posisi bantal dan cobalah untuk meminum segelas air putih, lalu mencuci muka.


Di sisi lain, apabila saat peristiwa ketindihan tersebut kamar tidur gelap dan tidak ada penerangan. Lebih baik, untuk hidupkan terlebih dahulu lampunya dan dengarkanlah musik-musik atau lantunan doa-doa.



4. Meminta maaf



Menurut primbon Jawa, jika sebelumnya seseorang tersebut datang ke tempat kramat atau menjelajah bangun-bangunan kosong dan tanpa disadari melakukan kesalahan di tempat tersebut.

Senin, 20 Februari 2023

cerita KKN Di Desa Penari

 





JAKARTA, KOMPAS.TV - Film 'KKN di Desa Penari' tengah booming dan menarik antusias masyarakat untuk menontonnya di bioskop. Namun, siapa yang kira bahwa film ini diilhami dari kisah nyata.


Cerita asli 'KKN di Desa Penari' pertama kali ditulis oleh akun SimpleMan @SimpleM81378523 pada tahun 2019 lalu.


SimpleMan kerap menulis utas berisi cerita horor dengan lokasi di Indonesia yang sebagian besar diklaim sebagai kisah nyata.


Selain cerita 'KKN di Desa Penari', beberapa tulisan SimpleMan lainnya yang viral adalah 'Sewu Dino' dan 'Si Anak'.


Pada dasarnya 'KKN di Desa Penari' menceritakan tentang kisah sekelompok mahasiswa yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa terpencil di Banyuwangi, Jawa Timur.


Cerita horor tersebut begitu digemari dan menjadi viral bahkan sempat dibukukan. Ketika akhirnya adaptasi film 'KKN di Desa Penari' tayang di layar lebar pada 30 April lalu, antusiasme masyarakat Indonesia begitu luar biasa.


Baca Juga: Heboh Foto Lelaki di Banyuwangi Disebut Sosok Bima KKN di Desa Penari, Ini Responsnya


Hanya dalam waktu kurang lebih 15 hari penayangan, jumlah penonton film yang diproduksi MD Pictures mencapai 5 juta orang.


Cerita Asli KKN di Desa Penari versi Widya

Saat mengawali cerita, SimpleMan sempat mengatakan tidak diberi izin oleh salah satu narasumber KKN untuk mem-publish cerita tersebut.


"Sebelumnya, penulis tidak mendapat ijin untuk memposting cerita ini dari yang empunya cerita, karena beliau memiliki ketakutan sendiri pada beberapa hal, yang meliputi kampus, dan desa tempat KKN di adakan," tulis SimpleMan kala itu.


Namun, karena banyaknya pelajaran yang bisa didapat dari kisah tersebut, akhirnya kisah 'KKN di Desa Penari' tetap dituliskan.


Konon, ada dua versi cerita 'KKN di Desa Penari' yakni dari sudut pandang tokoh Widya dan versi Nur.


Cerita versi Widya dituliskan terlebih dahulu. Widya merupakan mahasiswa angkatan 2005/2006 yang melaksanakan KKN pada 2009. 


Widya sempat kesulitan mencari lokasi untuk KKN. Beruntung temannya, Ayu menemukan lokasi yang cocok yakni di kota B, kabupaten K.


Saat mengetahui anaknya akan KKN di kota B, ibu Widya sempat memiliki perasaan tak enak dan memperingatkan putrinya. Namun, Widya berhasil meyakinkannya.


Baca Juga: Sandiaga Uno Puji Rekor "KKN di Desa Penari" Jadi Film Horor Terlaris di Indonesia


Akhirnya, Widya berangkat ke lokasi desa KKN bersama 5 mahasiswa lainnya yakni Ayu, Nur, Bima, Wahyu dan Anton.


Saat menuju lokasi, banyak kejadian dan penampakan aneh yang hanya bisa dilihat dan dirasakan Widya.


"Ngene, awakmu krungu ora, nang dalan alas mau, onok suara gamelan?" (gini, kamu dengar apa tidak , di jalan tadi, ada suara orang memainkan gamelan?)"


"Yo paling onok hajatan lah, opo maneh" (ya palingan ada warga yang mengadakan hajatan, apalagi)"


"Berbeda dengan Ayu, Nur, menatap Widya dengan ngeri. Sembari berbicara lirih, Nur yang seharusnya paling ceria di antara mereka berkata. "Mbak, ra onok Deso maneh nang kene, gak mungkin nek onok hajatan, nek jare wong biyen, krungu gamelan nang nggon kene, iku pertanda elek."


Saat dilokasi pun, awalnya kepala desa sempat menolak rombongan KKN tersebut, namun akhirnya diterima dengan beberapa pantangan yang harus dipatuhi.



Cerita Asli KKN di Desa Penari versi Nur

Berbeda dengan versi Widya, cerita 'KKN di Desa Penari' versi Nur diklaim sudah mendapat izin dari yang orangnya langsung.


Cerita versi Nur inilah yang akan menjawab segala teka-teki yang ada di cerita versi Widya.


"Banyak hal yang membuat Nur bimbang, salah satunya, tentang lokasi dan sebagainya. sejujurnya, ini kali pertama Nur, pergi ke arah etan (Timur) sebagai, perempuan yang lahir di daerah kulon (barat) ia sudah seringkali mendengar rumor tentang arah etan, salah satunya, kemistisanya."


"Mistis, bukan hal yang baru bagi Nur, bahkan ia sudah kenyang dengan berbagai pengalaman akan hal itu, saat menempuh pendidikanya sebagai santriwati, mengabaikan perasaan tidak bisa di lakukan secara kebetulan semata. dan malam ini, belum pernah Nur merasa setidak'enak ini."


Dalam cerita Nur merasakan hal janggal ketika mobil melaju dari Kota J ke Kota B. Salah satu pertanda buruk yang dialaminya adalah ketika ada kakek-kakek yang tiba-tiba menghampirinya.


"Bukan hanya itu saja, si kakek, mengelengkan kepalanya, seolah memberikan tanda pada Nur yang ada didalam mobil, untuk mengurungkan niatnya."


Selain itu, hujan lebat tiba-tiba turun yang membuat mobil yang dikendarai Nur dkk harus berhenti di rest area yang sepi.

Mitos Rumah Tusuk Sate Bikin Betah Mahluk Halus hingga Disebut Tempat Tinggal Pembawa Sial dari Sisi Feng Shui






Rumah tusuk sate adalah posisi rumah yang kabarnya banyak mengundang kesialan hingga hal-hal mistis. Benarkah seperti itu?

Rumah adalah sebuah bangunan yang dijadikan sebagai tempat tinggal kita, berbagai bentuk hingga posisi rumah disajikan sesuai keinginan sang pemilik rumah. 

Rumah tusuk sate sebenernya adalah kata kiasan dari sebuah rumah yang berada tepat di ujung persimpangan atau ujung jalan yang lurus dan tidak berkelok.

Baca Juga: Kisah Horor! Suami Dapat Kiriman Makhluk Halus dari Mantan Kekasih Sang Istri

Rumah ini biasanya terdapat pada model-model rumah di perumahan.

Kepercayaan akan kesialan pada posisi rumah ini dikarenakan kepercayaan budaya China yaitu Feng Shui, yang diyakini tidak akan mendatangkan hoki atau membawa sial.

Kepercayaan dari budaya Feng Shui ini akhirnya membuat banyak masyarakat Indonesia percaya akan hal itu.

Dan konon, memang benar beberapa dari pemilik rumah dengan posisi ini pernah merasakan kesialan hingga hal mistis di sekitarnya.

Hal ini juga pernah diceritakan oleh Hirotada Radifan pada akun Yotubenya, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga: Kisah Mistis di Pesantren, dari Ngaji sampai Berguru Ilmu Hitam

Hirotada menjelaskan sebuah pengalaman hal mistis dari rumah posisi tusuk sate, cerita tersebut berdasarkan pengalaman pribadi salah satu pengirim.

“Pengalaman dari orang yang bernama Ariana, ia memiliki rumah dengan posisi tusuk sate banget, dan tetangga banyak sekali yang bilang rumah Ariana terlihat sangat angker," katanya.

"Padahal Ariana sendiri tidak pernah merasakan hal mistis apapun, kecuali orang - orang baru,” kata Hirotada Radifan.

Hirotada selanjutnya menjelaskan jika pada tahun 2008, orang tua Ariana memperkejakan seorang asisten rumah tangga bernama Bi Euis.

Asisten tersebut membawa satu putrinya dan mereka tinggal di lantai dua rumah Ariana.

“Bi Euis bisa melihat makhluk tak kasat mata, dan dirumah itu ia sering melihat sosok laki - laki tinggi dan hitam. Sosok itu diam aja di tengah ruangan rumah itu” kata Hirotada Radifan.

Selain melihat sosok itu, putrinya Bi Euis ternyata juga sering melihat sesosok perempuan dikamar mereka.

“Ketika Putri sedang tidur, tiba-tiba ia merasa ada orang yang tidur disebelah dia tapi bukan ibunya," ucapnya.

"Saat melek, samar-samar putri melihat sosok perempuan berambut panjang” tambah Hirotada Radifan.

Setelahnya banyak kejadian penampakan yang dilihat oleh Bi Euis dan putrinya hingga orang tua Ariana memanggil ustaz setempat.

Ustaz tersebut menjelaskan jika Bi Euis dan Putrinya memiliki aura yang bisa mengundang beberapa makhluk halus mendekat.

Dan setelah melewati ritual pengusiran, Bi Euis tidak lagi merasakan gangguan.

Namun saudara atau orang baru lainnya masih tetap masa merasakan hal aneh di sana.

Jika anda memiliki rumah tusuk sate, jangan takut dan terus berserah diri kepada tuhan Yang Maha Esa.

Karena  mitos kesialan dan hal mistis dari rumah tusuk sate ini hanya berlaku bagi kalian yang mempercayainya.

cerita mistis wewegombel hantu penculik anak

 



Cerita Mistis Wewe Gombel, Hantu Perempuan Suka Culik Anak di Bukit Gombel


Bangunan angker Hotel Sky Garden di Bukit Gombel konon sebagai tempat tinggal hantu wewe gombel. 


   

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Sudah menjadi rahasia umum jika Bukit Gombel di Semarang terkenal dengan cerita mistis menyeramkan. Salah satu yang populer adalah hantu wewe gombel.


Di kawasan Bukit Gombel terdapat bangunan besar bekas Hotel Sky Garden yang sekarang kosong tak berpenghuni. Apalagi rimbunnya pepohonon menambah kesan angker bangunan tersebut.


Hotel Sky Garden dibangun pada tahun 1970an dan sempat jaya pada era 1980an kemudian ditutup pada akhir tahun 1982.



Menariknya, bekas hotel itu dijaga dan menjadi tempat tinggal keluarga Rohadi, salah satu satpam hotel sejak belum dibangun. Rohadi meninggal di tempat itu pada 2013 lalu.




Apalagi, Istri dan anak Rohadi hingga kini masih tetap tinggal di salah satu kamar di lantai dua.


Dikutip dari Solopos.com , Rabu 11 November 2021, mitos yang berkembang, bangunan bekas Hotel Sky Garden di Bukit Gombel merupakan basis wewe gombel sehingga bangunan tersebut memiliki nuansa mistis yang kuat.


Wewe gombel merupakan jelmaan seorang wanita yang rohnya gentayangan. Dia mati bunuh diri di sebuah pohon di kawasan Bukit Gombel tersebut.


Wewe gombel diyakini sebagai sosok perempuan yang bisa berubah wujud menjadi siapa saja dengan ukuran payudara yang luar biasa besar.


Konon, wewe gombel dipercaya suka menculik anak-anak kecil dan menyembunyikannya. Anak-anak yang dicuri oleh wewe gombel ini adalah anak-anak yang kurang diperhatikan orang tuanya.


Salah satu warga sekitar, Suryono menjelaskan bahwa sebelum menculik anak-anak, biasanya wewe gombel menakut-nakuti orang tuanya terlebih dahulu.


Tujuan wewe gombel menculik anak-anak ini sebagai bentuk pembelaan kepada anak-anak yang merasa kurang diperhatikan oleh orang tua. Wewe gombel akan menunjukan tempat di mana dia menyembunyikan anak-anak itu jika orang tua menyesal dan berjanji akan memperhatikan.


semarang@ayomedia.com

Minggu, 19 Februari 2023

Hantu Terkenal di Pulau Kalimantan, Apa itu Sosok Kuyang?


Kuyang dikenal sebagai makhluk jadi-jadian yang konon muncul di Borneo atau Tanah Kalimantan. Kuyang berwujud manusia dengan kepala yang terpisah dari badannya dan diikuti organ dalam, yakni paru-paru, usus, jantung, dan hati.b

berdasarkan keterangan akun Instagram @misterisolo, apa itu kuyang dijelaskan di mana legenda tersebut merupakan manusia yang memiliki perjanjian tertentu dengan alam ghaib. Konon, kuyang itu perwujudan dari manusia yang mendalami ilmu gaib supaya awet muda dan beberapa ilmu sakti yang hebat.

Namun demikian, manusia tersebut tidak bisa melepas perjanjian dan berbuah kutukan. Hal itulah yang membuat manusia yang melakukan perjanjian itu lantas berubah menjadi kuyang.

Untuk meneruskan penerus, kuyang memiliki dua versi. Pertama, anak tersayang kuyang otomatis menjadi penerus dengan menjadi sosok kepala yang berpisah dengan organ dalamnya. Kedua, kuyang akan memberikan kepada orang yang ingin meneruskan melalui media minyak kuyang.

kuyang ketika beraksi,  akan meninggalkan badannyadi tempat yang aman dan terlindungi. Sementara kepala kuyang akan mencari bayi yang baru lahir, ari-ari, dan darah nifas sebagai mangsannya.Sosok kuyang memiliki kelemahan yakni ketika tubuh ditemukan orang lain, kemudian disembunyikan saat kepalanya berkelana. Kuyang akan mati karena kelelahan. Namun, ada beberapa orang yang mengaku mendapatkan keberkahan ketika menolong kepala kuyang dengan mempersatukan badannya. Si kuyang, konon memiliki sihir hebat yang dapat mewujudkan hajat orang yang membantunya.

Mitos Menjauhkan dari Kuyang

Di Kalimantan, kuyang kerap menampakkan diri saat mencari darah perempuan yang baru melahrikan di rumah sakit. Untuk menjauhkan dari gangguan kuyang, banyak orang tua yang meletakkan gunting, pisau, dan pemotong kuku di samping tempat tidur bayi yang baru lahira lain untuk menjauhkan dari kuyang yaitu dengan memasang ijuk di sekitar pintu dan jendela agar kuyang takut memasuki rumah. Itulah penjelasan mengenai apa yang dinamakan kuyang, legenda terkenal asal Kalimantan.

 lopoa.com


Kisah Nyata Horor di Pasar Dieng Gunung Lawu, Masuk ke Pasar Setan dan Ditawari Tinggal dengan Makhluk Halus

 





LIKTIMES.COM | JAKARTA - 
Gunung Lawu merupakan gunung yang dikenal karena sejarah, misteri, serta pesonanya. Salah satu kisah nyata pendaki yang tersesat di pasar setan di gunung Lawu adalah bukti betapa mistisnya gunung itu.

Faris, seorang pendaki asal Tangerang menceritakan pengalamannya saat mendaki gunung tersebut. Disebutnya jika dia ditawari makhluk halus penghuni Pasar Dieng atau yang kerap disebut Pasar Setan itu.

Menurutnya, salah satu yang membuatnya tertarik untuk mendaki gunung itu adalah karena gunung tersebut dikenal sebagai gunung purba.

“Sedangkan Gunung Lawu, saya belum literasi karena saya memang belum pernah dengar. Kata orang itu adalah gunung purba, dua saya skip langsung saya ke Gunung Lawu,” ujarnya, seperti yang dikisahkannya di kanal Youtube BESOK PAGI.

Pagi hari sekitar pukul 09:00 WIB, dirinya bersama rekannya melakukan pendakian ke puncang Gunung Lawu, dari awal pendakian hingga ke pos dua semuanya berjalan lancar. Saat tiba di Pos 3 Gunung Lawu, Fariz melihat sosok perempuan yang mirip perempuan yang dilihatnya di awal pendakian.

“Aduh kenapa dia ikuti lagi, perasaan dia di candi kethek udah ada. Ya udahlah gak papa, yang penting teman saya nggak lihat,” cerita pendaki ini.

Meski merasa ada yang mengikuti, Fariz tetap melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Lawu. Tiba di pos 4 pendaki ini melihat sosok orang berbadan besar berjalan ke suatu tempat membawa senjata seperti palu besar.

“Senjata itu bawaknya sambil dipinggul menuju ke suatu tempat, aduhhh ini beneran aluh atau benar tapi nyata saya lihat sendiri, alhamdullilah dia tidak melihat kita berempat,” tuturnya.

Pukul 19:00 WIB, rombongan pendaki itu memutuskan untuk menginap di jalur pendakian Gunung Lawu tepatnya di bawah plat pasar dieng. Disinilah pendaki ini mendapatkan pengalaman horor yang tak dapat dilupakannya. Dimana setengah sepertiga malam, awalnya dirinya bersama rekannya mendengar suara alunan musik Jawa.

“Suaranya enak didengar tapi bisa merusak spirit dimana makhluk gaib ini mulai beraktivitas sekitar jam 11 malam hingga jam 3 pagi,” ujarnya.

Saat hendak buang air kecil, pendaki memberitahukan temannya jika ingin membuang air kecil, saat membuka tenda dirinya dikejutkan dengan situasi yang awalnya malam berubah 180 derajat menjadi terang.




"Nah itu di luar logika saya, yang seharusnya malam ya tetap malam tapi ini siang tiba-tiba,” ujarnya.

Tak hanya mengalami kejadian aneh itu saja, saat pendakian ini melihat ke depan sekitar 10 meter dari lokasi dirinya, pendaki ini melihat pasar yang ramai seperti pasar tradisional umumnya.

Melihat hal yang aneh tersebut, pendaki ini bergegas untuk kembali ke tenda, namun saat dirinya berbalik, tenda yang awalnya ada kini hilang dari pandangan matanya.

“Saat itu saya sendiri, akhirnya ditanya salah satu makhluk halus berwujud mbok-mbok. Kenapa kamu ada di sini, ini bukan dunia kamu, bagaimana kamu bisa ke sini,” ceritanya.

Saat di pasar makhluk halus ini, pendaki ini dikejutkan dengan barang dagangan yang dijual makhluk halus ini.

“Itu ada tangan, usus, ada mata, “ ujarnya.

Di dunia gaib ini, pendaki ini juga melihat sosok yang lebih menyeramkan lagi dimana memiliki gigi taring yang keluar, serta telinga besar dan bertubuh besar, dan melotot melihat dia.

liktimes.com

Sabtu, 18 Februari 2023

Legenda Simanis Jembatan Ancol

 





kisah Jembatan Ancol menjadi salah satu cerita atau legenda urban bagi masyarakat, khususnya daerah Ibu Kota Jakarta. Bukan hanya menjadi buah bibir masyarakat, kisah yang menyertai keberadaan Jembatan Ancol ini bahkan diangkat menjadi film layar lebar. Kisah Jembatan Ancol menceritakan sosok “si manis” yang konon gemar muncul di Jembatan Ancol. Menurut Zaenuddin HM dalam buku Kisah-Kisah ‘Edan’ Seputar Djakarta Tempo Doeloe (1966), dulu konon orang melihat sosok hantu berwujud perempuan cantik mejeng di jembatan ini. Rambutnya yang panjang terurai dengan indahnya. Hantu ini kerap mendekati dan menyapa orang-orang, terutama laki-laki yang sering lewat di kawasan itu. Dia meminta bantuan sesuatu, setelah itu menghilang entah ke mana. Si Manis Jembatan Ancol merupakan cerita legenda yang sudah ada sejak abad ke-19. Tepatnya pada masa penjajahan Belanda di DKI Jakarta yang dulunya bernama Batavia. Jembatan Ancol sendiri sudah dibangun sejak zaman Belanda. Saat itu keadaan di sekitarnya memang sangat sepi, terlebih pada malam karena tidak ada lampu penerangan. Banyak masyarakat yang mengaku bertemu dengan sosok hantu perempuan ini. Kepopuleran cerita si manis ini membuatnya terkenal sebagai Si Manis Jembatan Ancol. Namun kisah Si manis Jembatan Ancol tidak pernah semanis penamaannya. Cerita rakyat ini seperti menutupi kisah kelam di balik peristiwa yang terjadi di sekitar jembatan Ancol pada masa itu. Kisah hilangnya nyawa perempuan yang diceritakan kini berwujud hantu untuk membalas dendam. Menurut Syahbudin dalam bukunya Legenda Si Manis Jembatan Ancol (2012), si manis tersebut bernama Mariam. Ada versi lain yang menyebut nama aslinya ada Siti Ariah. Ia merupakan seorang kembang desa yang meninggal karena menjadi korban perbuatan asusila, lalu jasadnya dibuang di sekitar Jembatan Ancol. Kawasan Ancol sebelum dibangunnya proyek wisata Ancol, juga dikenal sebagai sarang monyet yang hidup di semak. Sering kali monyet ini muncul di jalan raya. Pada zaman dahulu Ancol pernah terkenal sebagai tempat berkumpulnya para pria hidung belang dan wanita tuna susila. Nama Ancol terpatri sebagai untuk tempat maksiat sudah sejak zaman dahulu. Dalam buku Saudagar Baghdad dari Betawi (2004) oleh Alwi Shahab, kisah yang populer saat itu menceritakan tentang seorang playboy kaya raya dan sejumlah warga kaya lainnya. Mereka sering bersenang-senang di Kawasan Ancol ini

ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI/WSJ. Suasana kawasan Taman Impian Jaya Ancol jelang pembukaan kembali di Jakarta, Senin (15/6/2020). Kawasan wisata Ancol akan dibuka kembali untuk pengunjung pada Sabtu (20/6) mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan diantaranya penerapan transaksi tiket tanpa uang tunai, pengaturan jaga jarak fisik dan pengurangan jumlah pengunjung. Penulis: Tifani Editor: Intan 8/9/2022, 18.07 WIB Kisah Jembatan Ancol menjadi salah satu cerita atau legenda urban bagi masyarakat, khususnya daerah Ibu Kota Jakarta. Bukan hanya menjadi buah bibir masyarakat, kisah yang menyertai keberadaan Jembatan Ancol ini bahkan diangkat menjadi film layar lebar. Kisah Jembatan Ancol menceritakan sosok “si manis” yang konon gemar muncul di Jembatan Ancol. Menurut Zaenuddin HM dalam buku Kisah-Kisah ‘Edan’ Seputar Djakarta Tempo Doeloe (1966), dulu konon orang melihat sosok hantu berwujud perempuan cantik mejeng di jembatan ini. Rambutnya yang panjang terurai dengan indahnya. Hantu ini kerap mendekati dan menyapa orang-orang, terutama laki-laki yang sering lewat di kawasan itu. Dia meminta bantuan sesuatu, setelah itu menghilang entah ke mana. Si Manis Jembatan Ancol merupakan cerita legenda yang sudah ada sejak abad ke-19. Tepatnya pada masa penjajahan Belanda di DKI Jakarta yang dulunya bernama Batavia. Jembatan Ancol sendiri sudah dibangun sejak zaman Belanda. Saat itu keadaan di sekitarnya memang sangat sepi, terlebih pada malam karena tidak ada lampu penerangan. Banyak masyarakat yang mengaku bertemu dengan sosok hantu perempuan ini. Kepopuleran cerita si manis ini membuatnya terkenal sebagai Si Manis Jembatan Ancol. Namun kisah Si manis Jembatan Ancol tidak pernah semanis penamaannya. Cerita rakyat ini seperti menutupi kisah kelam di balik peristiwa yang terjadi di sekitar jembatan Ancol pada masa itu. Kisah hilangnya nyawa perempuan yang diceritakan kini berwujud hantu untuk membalas dendam. Menurut Syahbudin dalam bukunya Legenda Si Manis Jembatan Ancol (2012), si manis tersebut bernama Mariam. Ada versi lain yang menyebut nama aslinya ada Siti Ariah. Ia merupakan seorang kembang desa yang meninggal karena menjadi korban perbuatan asusila, lalu jasadnya dibuang di sekitar Jembatan Ancol. Kawasan Ancol sebelum dibangunnya proyek wisata Ancol, juga dikenal sebagai sarang monyet yang hidup di semak. Sering kali monyet ini muncul di jalan raya. Pada zaman dahulu Ancol pernah terkenal sebagai tempat berkumpulnya para pria hidung belang dan wanita tuna susila. Nama Ancol terpatri sebagai untuk tempat maksiat sudah sejak zaman dahulu. Dalam buku Saudagar Baghdad dari Betawi (2004) oleh Alwi Shahab, kisah yang populer saat itu menceritakan tentang seorang playboy kaya raya dan sejumlah warga kaya lainnya. Mereka sering bersenang-senang di Kawasan Ancol ini. ADVERTISEMENT Mereka juga memiliki semacam rumah bordil yang dikenal dengan nama soehian atau tempat berpesiar dengan para harem. Dikisahkan pada awal abad ke-19, sekitar tahun 1817 ada seorang gadis yatim bernama Siti Ariah yang hidup bersama ibunya, Mak Emper. Keduanya hidup di suatu paviliun milik seorang juragan kaya di Batavia. Pada umur 16 tahun, sang juragan pemilik rumah mulai jatuh cinta dengan Ariah. Tetapi Ariah menolak dijadikan selir lalu melarikan diri. Nahas setelah melarikan diri ini, dirinya malah bertemu dengan playboy pemilik rumah bordil ini. Melihat paras cantik Ariah, ia lantas tergoda dan ingin menjadikannya sebagai "koleksinya". Perempuan ini lalu kembali melarikan diri, tetapi kemudian ditangkap oleh dua preman utusan rumah bordil tersebut. Ariah kemudian menemui ajal di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter, jenazahnya lalu dibuang sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Konon, Ariah menjadi arwah gentayangan karena ingin memberitahukan keberadaannya kepada ibunya. Sementara sang pemilik rumah bordil ini akhirnya meninggal dengan cara digantung oleh Belanda di Taman Fatahillah Jakarta. Kepopuleran kisah Jembatan Ancol yang mengandung mistis ini mencapai puncaknya pada 1980-an.

liputan.6

Selasa, 14 Februari 2023

Legenda Hantu Lampor, Kisah Keranda Terbang yang Bikin Merinding




Kisah Hantu Lampor – Lampor tentu bukan istilah yang asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu urban legend ini memang kisahnya sudah lama menyebar, terutama di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beberapa video viral yang beredar di media sosial menjadi salah satu faktor yang membuat keberadaan lampor makin dikenal oleh masyarakat luas.

Salah satu video viral itu berasal dari akun pengguna TikTok dengan username @bang_jo26. Rekaman singkat itu memperlihatkan suasana sebuah desa di Malang dengan sebuah lingkaran yang diduga sebagai penampakan lampor atau keranda terbang. Banyaknya orang yang sakit dan meninggal selama pandemi membuat isu tentang lampor makin meluas dan bikin merinding.

Apa sebenarnya lampor itu? Bagaimana asal-usulnya dan hal-hal apa saja tentang lampor yang menarik untuk diketahui? Yuk, simak pembahasannya dalam artikel ini!

Apa Itu Lampor?

Secara harfiah, lampor adalah “kegaduhan” atau “gaduh”. Istilah ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa lampor adalah iring-iringan pasukan Nyi Roro Kidul yang melintas. Suara gaduh itu berasal dari kuda-kuda yang melewati permukiman warga. Sementara itu, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), lampor adalah makhluk halus yang bergerak beriringan.

Ada juga yang menyebut bahwa istilah lampor mengacu pada kepercayaan yang mengatakan bahwa masyarakat kampung yang didatangi lampor harus membuat bunyi-bunyian. Tujuannya adalah untuk menjauhkan marabahaya yang dibawa oleh lampor tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, menurut mitos Jawa, lampor artinya merupakan iblis atau setan yang membawa keranda terbang saat malam tiba. Ada juga yang menyebut bahwa lampor adalah iring-iringan pasukan Nyi Roro Kidul yang sedang melakukan perjalanan dari Laut Selatan menuju Keraton Yogyakarta atau Gunung Merapi.

Kepercayaan tentang wujud lampor pun bermacam-macam. Meski belakangan yang dikenal adalah keranda terbang, ternyata sebagian masyarakat ada yang menyebut bahwa lampor punya wujud seperti bola arwah. Ada juga yang percaya bahwa lampor itu adalah asap hitam yang memiliki bentuk serupa dengan manusia, hanya saja tidak punya kaki.

Kepercayaan Masyarakat tentang Lampor

Isu tentang lampor sendiri ternyata sudah ada sejak tahun 1960-an tetapi menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Kisah lampor kemudian kembali mencuat saat video-video viral beredar menampakkan wujud keranda mayat yang terbang di antara pepohonan atau permukiman warna.

Pada salah satu video yang viral beberapa waktu lalu, lampor juga digambarkan sebagai hantu ketuk pintu. Siapa pun yang pintu rumahnya diketuk oleh lampor dan membukakannya, konon akan jatuh sakit, bahkan meninggal dunia. 

Ada berbagai kepercayaan masyarakat seputar lampor antara lain:

  • Menurut kepercayaan di Jawa Timur, lampor kerap kali muncul bersamaan dengan pagebluk atau wabah penyakit. Ini biasanya terjadi di bulan Sapar dalam penanggalan Jawa. Lampor diyakini bisa membunuh seseorang dalam tidurnya.
  • Siapa saja yang didatangi oleh lampor pada malam hari akan dibawa dengan keranda atau dicekik. Kalau ini terjadi, orang itu akan mati seketika.
  • Ada juga keyakinan yang mengatakan bahwa siapa saja yang diculik atau diambil oleh lampor akan kembali dalam keadaan gila, linglung, amnesia, bahkan ada yang tidak kembali sama sekali.
  • Karena kemunculan lampor di malam hari sebagian masyarakat di daerah-daerah (yang memercayai keberadaan lampor) akan melarang warganya untuk keluar pada malam hari, terutama saat menjelang pagebluk.
  • Salah satu tanda kehadiran lampor adalah munculnya angin yang berembus kencang dari arah Laut Selatan melintasi tempat tinggal warga. Ini sesuai dengan kepercayaan warga yang menyebut bahwa lampor adalah pasukan Nyi Roro Kidul yang sedang melintas. Tanda lainnya adalah suara berisik yang terdengar seperti “Welwo, welwo” yang artinya adalah dibawa pergi atau dicolek.
  • Lampor konon punya kelemahan. Lampor dipercaya tidak bisa duduk atau jongkok karena itu mereka cenderung mendatangi korban yang tidur di atas dipan atau ranjang. Untuk menghindarinya, masyarakat memilih untuk tidur di lantai atau di bawah dipan agar tidak bisa diincar oleh lampor.

Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai kepercayaan di atas, lampor adalah salah satu urban legend yang membuat para penggemar cerita horor dan mistis menjadi penasaran.

Kisah Lampor yang Diangkat Menjadi Film

Seperti kebanyakan urban legend lain yang populer di tanah air, kisah lampor juga turut menarik perhatian para sineas tanah air. Cerita tentang lampor telah diangkat ke layar lebar pada tahun 2019 lalu. Diberi judul Lampor: Keranda Terbang, film ini dibintangi oleh sejumlah aktor ternama. Sebut saja Adinia Wirasti, Dion Wiyoko, Nova Eliza, hingga Steffi Zamora. Film dengan durasi 95 menit ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto dan bisa ditonton di beberapa platform OTT lokal.

Mengambil latar belakang asal-usul lampor, film ini juga menceritakan tentang sebuah kampung yang sedang dilanda teror lampor. Dengan bumbu kisah keluarga, kamu bisa menyaksikan cerita lampor kalau kamu merasa penasaran dengan gambaran urban legend ini.

Itulah berbagai hal menarik seputar lampor termasuk asal-usul dan kepercayaan masyarakat tentang makhluk mistis tersebut.

Bagi penggemar kisah-kisah misteri dan urban legend, cerita lampor dan berbagai kepercayaannya tentu sangat menarik untuk disimak. Podcast Tanah Jawa yang tayang di Noice setiap hari Jumat siap memberimu berbagai ketegangan dengan cerita-cerita lain yang dijamin akan membuat bulu kudukmu merinding



https://www.noice.id/



Legenda Nyi roro Kidul



SURABAYA, iNews.id - Nama Nyi Roro Kidul sangat melegenda di tanah Jawa. Berbagai cerita mistis di laut selatan kerap dikaitkan dengan sosok putri yang misterius itu. 

Wujudnya selalu digambarkan memiliki paras cantik dan bergaun hijau. Nyi Roro Kidul juga dianggap sebagai penguasa pantai selatan yang memiliki segudang kesaktian

kisah yang melatarbelakangi keberadaan Nyi Roro Kidul ini disajikan dalam berbagai versi. Versi yang paling terkenal, Nyi Roro Kidul disebutkan merupakan salah satu Putri Sunda. Dia merupakan anak dari Prabu Siliwangi ke IV, bernama Putri Kadita. 

Prabu Siliwangi yang khawatir akan keberlangsungan kerajaannya karena tak memiliki anak laki-laki, memutuskan untuk menikah lagi dengan putri bangsawan bernama Dewi Mutiara. Dari hasil pernikahan tersebut, Prabu Siliwangi akhirnya memiliki seorang putra. 

Tetapi Dewi Mutiara tidak suka akan kehadiran Putri Kadita. Dia meminta Prabu Siliwangi untuk mengusir Putri Kadita, tapi sang Raja menolak tegas.

Dewi Mutiara pun mengandalkan bantuan dari dukun untuk menyingkirkan Putri Kadita. Rencana tersebut berhasil. Putri Kadita terbangun pada pagi harinya dengan tubuh dipenuhi kudis, bisul, dan berbau busuk. 

Raja sudah melakukan segala upaya menyembuhnya putrinya dengan mendatangkan banyak tabib. Namun, tidak ada satu pun yang berhasil. 

Dewi Mutiara pun mengusir Putri Kadita sebab penyakit yang diderita sang putri bisa menyebabkan kesialan bagi seluruh negeri. Kadita merasa sedih dan terluka karena pengusiran tersebut. 

Dia pergi ke Samudera Selatan yang airnya sangat jernih. Putri Kadita mendengar sebuah bisikan untuk menceburkan diri ke laut selatan itu. 

Secara ajaib, air laut selatan menyembuhkan penyakit kulitnya. Putri Kadita lantas menetap di laut selatan dan menjadi seorang dewi yang hidup abadi.

Versi lainnya menyebutkan bahwa Nyi Roro Kidul merupakan sosok yang menyelamatkan Kerajaan Mataram dari kehancuran. Berdasarkan tradisi Mataram, Nyi Roro Kidul merupakan putri Pajajaran yang diusir karena menolak perkawinan. 

Pada akhirnya, dia dikutuk oleh sang ayah menjadi ratu roh-roh halus di istananya di bawah laut Samudera Hindia dan hanya bisa kembali menjadi manusia bila menikah dengan raja-raja Islam dari tanah Jawa. 

Tertulis dalam Babad Tanah Jawi, Penembahan Senopati bercinta dengan Nyi Roro Kidul agar Mataram mendapatkan perlindungan dari sang Dewi. Hal ini terjadi secara turun-temurun pada raja-raja Mataram selanjutnya.

Eksistensi Nyi Roro Kidul masih menjadi perdebatan. Ada yang menyetujui keberadaannya, ada yang meragukan. Pramudya Ananta Toer termasuk ke dalam pihak yang meragukan. 

Dia mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul hanyalah mitos belaka, saat menerima penghargaan Ramon Magsaysay 1988. Dalam pidato yang dia tulis berjudul “Sastra, Sensor dan Negara: Seberapa Jauh Bahaya Bacaan?”, Pram menjelaskan bahwa sosok Nyi Roro Kidul hanya rekaan pujangga Istana Mataram sebagai kompensasi kekalahan Sultan Agung saat menyerang Batavia (1628 dan 1629) dan menguasai jalur perdagangan Pantai Utara Jawa.

"Untuk menutupi kehilangan tersebut, pujangga Jawa menciptakan Dewi Laut Nyi Roro Kidul sebagai selimut; bahwa Mataram masih menguasai laut, di laut selatan (Samudera Hindia). Mitos ini melahirkan mitos yang lain: bahwa semua raja Mataram beristrikan sang Dewi tersebut," kata Pram.

Sementara dari sisi agama, Islam menyatakan bahwa Nyi Roro Kidul merupakan manifestasi jin atau raja jin yang menguasai lautan. Jin yang menguasai lautan dijelaskan dalam Al-Quran yakni surat Al-Hijr ayat 26-27 yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”

Adapun Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitab “Al Bidayah wan Nihayah”, iblis memiliki banyak tentara dan tinggal di istananya di lautan. Hal ini sesuai dengan sosok Nyi Roro Kidul yang digambarkan sebagai penguasa laut selatan dan memiliki banyak tentara gaib.

SURABAYA,i.News.id

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution